Pintu Kecil Pengganti Jendela

oleh: Indra Zaka Permana

Pintu Kecil Pengganti Jendela

 Inilah solusi untuk membuat terang ruang keluarga yang memiliki teras samping atau teras belakang. Gunakan jajaran pintu berukuran kecil, ruang pun terlihat unik.
Jika Anda ingin mendapatkan penampilan berbeda di ruang keluarga, mulailah dengan memainkan elemen ruang Anda. Salah satunya dengan memanfaatkan pintu sebagai penutup bukaan-bukaan yang menerangi ruangan.
Pintu ini berfungsi juga sebagai jendela, yaitu penerus visual dari luar ruangan ke dalam ruangan, atau sebaliknya. Pintu juga berfungsi ganda, bisa digunakan sebagai jalur sirkulasi orang. Jendela bisa dimanfaatkan untuk area lain yang memang spesifik tidak dilalui jalur sirkulasi orang.
Susunan pintu dengan lebar tak lebih dari 90cm mempengaruhi penataan elemen interiornya. Paling terasa adalah pemilihan gorden. Gorden untuk jendela bisa disatukan dalam satu bidan tirai lebar, tapi tidak untuk pintu. Pada pintu sebaiknya tirai mewakili setiap pintu, berarti satu pintu terdapat satu tirai. Hal ini juga untuk memudahkan akses orang keluar masuk tanpa terganggu tirai.
Sedikit olahan elemen pada konsep interior, membawa banyak perubahan pada suasana ruangan. Silahkan mencoba!
Foto: Dok.iDEA

Mengenal Keramik KW 2 dan KW 3

Anda tentu pernah mendengar istilah keramik KW 1, KW 2, dan KW 3. Apa sih maksudnya? 

Istilah ini menunjukkan urutan kualitas keramik. Menurut Kasrin, QC manager KIA Ceramics, keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 dibuat dengan bahan yang sama. Hasil produksinya saja yang berbeda.
“Keramik KW 2 ada gompel kecil, halus atau dekor di glazurnya yang mengelupas. Kalau KW 3 kerusakannya bisa lebih banyak lagi,” kata Kasrin. Selain kerusakan yang kasat mata itu, Kasrin menambahkan, keramik KW 2 dan KW 3 juga biasanya tak sekuat  keramik KW 1. Dilihat dari harga, untuk jenis yang sama, keramik KW 2 lebih murah 20% dibandingkan keramik KW 1. Harga keramik KW 3 bahkan bisa setagah dari harga keramik KW 1.
Umumnya, konsumen memilih keramik KW 2 atau KW 3 untuk dapur kotor, selasar, atau carport . Ruang-ruang yang tidak terlalu mengutamakan penampilan. Asalkan aplikasinya tepat tak masalah menggunakan keramik KW 2, bahkan KW 3. Jika Anda berencana menggunakan keramik KW 2 atau KW 3, tips berikut akan membantu Anda.

  1. Buat nat dengan ukuran yang lebih lebar. Misalnya 5mm. Ini untuk mengakali agar ukuran keramik yang kurang presisi tidak terlihat.
  2. Gunakan keramik berwarna gelap. Dalam 1 boks keramik KW 2 dan KW 3 terkadang ada satu dua lembar keramik yang warnanya agak berbeda. Jika Anda pilih warna gelap, perbedaan ini tak terlalu kentara.
  3. Jangan menggunakan keramik dengan motif atau print . Kerusakan pada print  akan semakin terlihat jelas ketika keramik diaplikasi.
  4. Jika ada keramik yang perbedaan ukurannya cukup jauh dengan yang lain, gunakan sebagai keramik tepi. 
(Tigor C. Siahaan/IDEAOnline)

Cafe Minimalis.. Piye to??



Namanya minimalis.. ya minimalis.. ndak banyak tetek dan bengek, exterior ditampilkan apa adanya, yang urgen saja..
Bangunan berbentuk kubus ini sepintas orang memandang dari luar pasti dikira full atap beton. Padahal atap beton saya desain untuk bagian serambi depan saja, sisi dalam bangunan dilindungi atap rangka baja ringan dengan bahan penutup Alderon deck type solid (atap semacam polycarbonat, cuman tidak transparan, tahan api, tahan injak, anti berisik disaat hujan).
Lha mau pake beton wong ruangan dalam los 10x10 m tanpa ada sekat dan struktur penyangga lainnya kecuali di sisi tepi bangunan saja. Maka tugas struktur baja lah yang menjawab bentang panjang bangunan..
Wis ra sah nglamun.. monggo silakan di pirsani...

DESAIN MUSOLA MODERN DI KABUPATEN BLITAR

Desain tempat ibadah kaum Muslimin sebenarnya tidak ada panduan baku, setiap daerah, dan jaman mungkin ada perbedaan corak, model dan karakt...

Popular Posts