Desain Rumah Toko (Ruko) 1 Lantai di Blitar, Agus Suparjiono

Kalau biasanya ruko kebanyakan 2 lantai, maka yang ini 1 lantai pakbro.. Yang punya lahan menghendaki huniannya sekaligus tempat usahanya. Maunya, biaya pembangunannya tidak tinggi, sederhana gitu.., namun tetap punya nilai artistik... Sederhana ya sederhana... soal artistik, tergantung gimana memolesnya saja to???
Untuk lebih jelasnya klik disini video photo presentasinya..





Mengenal Perpipaan

Jenis-Pipa Perencanaan distribusi air bersih harus dipikirkan secara matang. Perencanaan yang tidak matang akan mengganggu pendistribusian air. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan sistem pemipaan air bersih di rumah. Anatara lain, mengenal jenis-jenis pipa, penggunaan ukuran pipa berdasarkan sumber air, model instalasi, sistem sambungan, fitting dan aksesori. PIPA AIR BERSIH Jenis-jenis pipa air bersih Jika diklasifikasikan menurut penggunaan air bersih skala rumah tangga, pipa terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, pipa PVC (Polyvinyl Chloride) dengan karakter warna putih/abu-abu dan tidak dapat digulung. Kedua, pipa PE (PolyEthylene) yang berwarna hitam dan bisa digulung. Ketiga, pipa PERT (Polyethylene Raised Temperature Resistance) untuk air bersih panas. Saat ini yang paling populer dan berteknologi tinggi, pipa PE dan PERT. Berikut keunggulan dua jenis pipa tersebut: 1. Pipa air bersih biasa (PE) Pipa PE merupakan alternatif penggunaan pipa plastik. Fleksibilitasnya tinggi dengan tingkat kemuluran lebih dari 400%. Karena lebih lentur, pipa ini dapat digulung dengan diameter drum minimal 18 x diameter pipa. Jelebihan lainnya, tahan terhadap pergerakan tanah, tingkat kebocoran rendah, penggunaan fitting relatif sedikit, tidak mengubah kualitas air, anti korosi, usia pipa hingga 50 tahun, ringan dan tahan benturan. 2. Pipa air bersih panas PERT Setelah sukses dengan pipa PE, Vinilon menghadirkan terobosan pipa untuk mendistribusikan air panas. Pipa bernama PERT (Polyethylene Raised Temperature Resistance) ini memiliki banyak keungulan, di antaranya, tahan panas hingga 95 0 Cdan tahan tekanan hingga 8 bar. Pemasangannya mudah karena tidak menggunakan lem atau alat pemanas. Keunggulan lainnya, sambungan anti bocor, tahan gempa, anti karat dan abrasif dengan usia pakai hingga 50 tahun. Pipa-sumber-air Ukuran pipa berdasarkan sumber air Umumnya, pipa yang digunakan untuk pemipaan air bersih berukuran 0,5 inchi. namun ukuran pipa primer dari sumber air ke dalam rumah berbeda-beda. Berikut perbedaan-perbedaannya: 1. Pipa primer untuk air PAM yang langsung disalurkan ke rumah berukuran sama, 0,5 inci. 2. Untuk disribusi air dari PAM ke bak penampung, maka pipa dari meteran PAM ke tangki air menggunakan pipa 0,5 inci. Sementara itu dari tangki air ke instalasi di dalam rumah menggunakan pipa 3/4 -1 inci. 3. Sumber air tanah dengan bantuan jet pump dapat dialirkan langsung ke instalasi pemipaan di rumah. Instalasi pipa dari pompa ke instalasi di rumah menggunakan pipa yang berukuran sama dengan besar penampang pipa keluaran (outtake) di pompa. 4. Sumber air tanah yang didistribusikan melalui tangki air dapat menggunakan pipa dari pompa ke tangki air menggunakan ukuran yang sama dengan pipa keluar (outtake) dari pompa. Sedangkan dari tangki air ke instalasi pipa di rumah menggunakan pipa ¾ -1 inci.
Model-instalasi Model instalasi Terdapat dua jenis model instalasi pipa air bersih di rumah, sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup atau sistem memutar (loop) yaitu ujung pipa terakhir menyambung lagi dengan ujung pipa awal. Sistem ini memiliki tekanan air yang rata di pipa keluaran airnya. Perlu banyak pipa yang digunakan untuk sistem ini, sehingga biayanya lebih mahal. Sementara itu sistem terbuka yang kedua ujungnya tidak menyambung. Outake atau keluaran air di bagian ujungnya akan bertekanan rendah. Keuntungannya, hanya menggunakan sedikit pipa, sehingga biayanya lebih murah.
Sistem sambungan, fitting dan aksesori Terdapat dua macam sambungan pipa PVC, solvent cement joint dan rubber ring joint. Sementara itu pipa PE menggunakan jenis sambungan fusion joint (electrofusion, buttfusion, socketfusion dan sadlefusion) dan mechanical joint. Jenis lemnya ada dua jenis, lem perekat (hanya merekatkan/ menempelkan, berbahan dasar dasar zat kimia perekat) dan lem penyatu (menyatukan kedua permukaan yang disambung, berbahan dasar material pipa yang dilarutkan). Sebagai penyambung, tersedia banyak jenis fitting. Di antaranya, repair socket, clamp sadle, bend rubber dan banyak lagi. Sebagai pelengkap, dibutuhkan aksesori untuk mengatur dan mengarahkan, di antaranya ball valve, plug kran, tusen klap, water meter dan aneka sanitari lainny (sumber:bintanghome.com)

HUNIAN REAL ESTATE: Penjualan 2013 Diprediksi Naik 20%

JAKARTA: Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) memprediksi penjualan produk hunian mereka tahun depan meningkat 20% dibandingkan dengan penjualan tahun ini. Setyo Maharso, Ketua Umum REI, mengatakan kebanyakan anggota asosiasi tersebut optimistis permintaan akan hunian masih cukup tinggi pada tahun depan, yang otomatis mengerek penjualan. "Mungkin tahun depan targetnya tumbuh 20% dari penjualan tahun ini. Mengenai jumlah pastinya, akan kami hitung setelah rakernas REI pada Desember 2012 nanti," ujarnya di sela konferensi pers FIABCI Indonesia-BNI Award 2012 hari ini, Senin (26/11/2012). Tahun ini, REI menargetkan penjualan hunian dari 33 DPD seluruh Indonesia mencapai 400.000 unit. Menurut Setyo, hunian kelas menengah yang kisaran harganya Rp200 juta hingga Rp600 juta merupakan produk yang permintaannya sangat tinggi. Dia menambahkan, walaupun industri properti sepanjang tahun ini mengalami sejumlah hambatan dari kebijakan mengenai hunian maupun pertanahan, besarnya jumlah kelas menengah Indonesia masih mampu mengerek kinerja produk-produk realestat. "Meskipun target penjualan rumah dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) tahun ini susah tercapai, penjualan di kelas menengah cukup bagus, sehingga target 2012 secara keseluruhan saya yakin tercapai," paparnya. Selain kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang selama ini menjadi pusat perkembangan properti, daerah-daerah lain—seperti Surabaya, Semarang, hingga kawasan timur Indonesia—juga terus menggeliat. Bahkan, penjualan properti di Indonesia Timur tahun ini diprediksi tumbuh hingga 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, seiring dengan menggeliatnya daya beli masyarakat di kawasan tersebut. "Berkembangnya industri pertambangan maupun perkebunan di kawasan timur Indonesia mengerek daya beli masyarakat, sehingga permintaan untuk properti ikut naik," jelas Setyo. Kantong-kantong pertumbuhan properti di Indonesia Timur antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Pertumbuhan industri properti itu juga mengerek jumlah anggota REI dari sebelumnya hanya 2.000 pengembang menjadi sekitar 3.000 pengembang saat ini. (sut) (bisnis.com)

Rumah Tusuk Sate...

Apakah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial? coba kita simak ulasan dibawah ini mungkin ada pencerahan dan solusi bagi anda yang tinggal di rumah dengan kondisi tusuk sate atau bagi anda yang kebetulan akan membeli dengan kondisi rumah seperti itu. Di masyarakat kita berkembang pandangan tentang rumah tusuk sate yang akan membawa sial. Benarkah pandangan ini secara syar`i? Ir Andan Nadriasta, seorang arsitek yang menggawangi rubrik arsitek di www.eramuslim.com menjawabnya secara singkat. Fengshui yang saya ketahui adalah menilai bangunan sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungan. Dalam istilah saya saat dulu kuliah di Universitas Pancasila, analisa data. Dari analisa tersebut menghasilkan sintesa atau kesimpulan yang menyatakan tentang hasil survey tersebut. Selama ia tidak mengganggu akidah tak ada masalah. Contoh: rumah yang ber-nomor 13 membawa sial. Rumah dekat kuburan tidak membawa rejeki. Rumah di tusuk sate penghuninya akan tidak beruntung. Nah, jika arahnya ke sini Islam tentu melarang. Karena nasib ada di tangan Allah. Allahu Shomad. Allah tempat bergantung demikian yang tertera dalam surat al-Ikhlas. Sebaiknya kita mengarah kepada data-data teknis saja yang tidak mengganggu akidah. Seperti rumah tusuk sate harus diamankan dari segi tikungan tempat mobil berlalu dan sorot lampu mobil jika malam. Untuk itu arah yang bertepatan dengan tusuk satenya di-blok saja dengan pagar. Hingga lalu lalang penghuninya aman dari motor dan mobil yang menikung di areal itu. Bisa juga meletakkan pohon atau kerei bambu pada sisi lahan tikungan tadi. Sebagai `buffer` atau penyekat yang dapat menghambat sorot lampu atau panas matahari. Juga arah pandangan mata yang dapat mengganggu privasi. Kalaupun rumah tusuk sate atau kuburan itu menurut anggapan orang kurang laku dijual itu bukan karena nasibnya yang jelek. Menurut saya marketnya yang tidak banyak. Sama saja dengan mobil kijang yang banyak laku dijual karena murah meriah serta famly car. Sementara sedan BMW jarang pembelinya karena memang kelas atas dan mahal. Apakah BMW membawa sial dan kijang membawa rejeki? Tentu tidak demikian pola pikirnya. Untuk rumah ideal yang jelas memang tergantung dari keadaan lingkungan. Idealnya ia mengahadap matahari pagi. Hingga saat pagi ia dingin, sejuk dan sehat. Lalu saat siang panas matahari ada di belakang rumah dan sudah siap untuk mengeringkan jemuran kita yang memang berada di belakang. Ini idealnya bagi rumah-rumah yang berada di lingkungan perumahan yang berbentuk kapling-kapling. Untuk rumah dengan lingkungan terbuka, pegunungan atau tanah yang luas tentu varian analisisnya akan lebih beragam lagi. Terakhir, mari kita bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jika memang tusuk sate yang kita miliki, maka mari kita berharap agar ia menjadi berkah. Jangan sampai mengharap burung terbang di angkasa namun telur digenggaman terlepas. Jangan sampai pula kita menjadi hamba yang kufur. Semoga ringkasan ini menjadi gambaran bahwa sesungguhnya kita tetap berpegang teguh pada bergantung hanya kepada Allah SWT.Amin (eramuslim.com)

Eman..emaan...eemaan...

Siapa sih si Eman?? Pelawak kondang itu ya?? Bukan pakbro-bubro... "eman" adalah ungkapan bahasa jawa yang berarti "amat disayangkan".. Begini pak/bu bro, hasil dari pengamatan lapangan, ternyata banyak consumen yang masih terlalu berpikir matematis dalam soal biaya, yang akhirnya hal itu malah menjadi sebuah kesalahan dalam membangun. Begini (maning), desain yang sudah disajikan oleh arsitek, terkadang.. ndak semua tukang bisa membaca, menerjemahkan, dan memahami maksud sebuah desain. Baik dari sisi teknis maupun estetika. Mestinya, keberadaan desain - dalam hal ini gambar kerja- memudahkan para pelaksana pembangunan. PakGOH sudah menemukan 3 konsumen yang akhirnya mendapati rumah yang ia desainkan tidak terwujud sebagaimana mestinya, bukan karena faktor biaya/efisiensi, melainkan faktor kemmampuan si pelaksana (entah itu kontraktor, mandor, tukang) dalam memindahkan gambar ke lapangan. Eman... amat disayangkan, konsumen mestinya mendesainkan dghn harapan rumah/huniannya kayak itu, tapi mendekati saja tidak.. Bahkan, secara teknis.. wah.. kalo ini perlu diperdalam. Cerita seorang kawan, bagaiman dia harus kalah ngeyel dgn sesepuhnya ketika mbahas sloof dan kolom strukur. Tak ayal, krn sudah ndak sesuai bestek, pakGOH menyimpulkan bahwa pelaksanaannya menjadi ndak efisien, atau malah minus kontruksi!! Hanya karena si sesepuh ngotot bahwa ia sudah pengalaman demikian (padahal si sesepuh bukan engineer, ndak ada basic akademis teknik bangunan/sipil, tahunya hanya jual material)... Waduh.. lha pengalaman salah kok masih dijadikan acuan... Ilmu Qobla AMal... berilmu sebelum beramal.. kaidah dalam ilmu agama ini berlaku pula untuk ilmu dunia.. termasuk strukur bangunan. Jadi pengalaman salah ndak bisa dijadikan acuan, pengalaman benar harus diuji secara keilmuan. KAlau sudah begini kasihan saja lah pada konsumen.... Terkadang, pakbro-bubro, saya menawarkan diri menjadi supervisi/pengawas dalam pelaksanan pembangunannya. Bukan apa sih, sekedar membantu supaya desain bisa diterapksan secara optimal... sehingga antara benak dan kenyataan bisa sinkron. Dan, konsumen kepuasannya bisa diukur. Padahal, paling sekali kunjungan per 2 jam perhari cukup ngganti ongkos sarapan 50.000 perak. Itupun bisa waktu tertentu yg diminta oleh konsumen. Jadi ketika ada masalah dalam penerapan desain, perencana bisa menganalisa dan membantu pelaksana dengan memberi solusi. Bukannya mencari kelemahan si pelaksana... ini yg sering salah kaprah... akibat budaya di proyek pemerintah yang menempatkan direksi dan pelaksana pada poros yang berjauhan dan kontradiksi.. Jadi ketika konsumen mungkin menekan biaya pelaksanaan dengan meniadakan pengawasan/supervisi, maka selama pelaksana faham secara dalam dan detail sebuah desain, itu baik-baik saja. Jika tidak, maka kelak konsumen akan menerima sebuah penyesalan, kecewa, memendam ketidak puasan.. yang dia nikmati selama rumah itu berdiri dan ia tempati. Lain lagi jika memang puas atau sekedar.. yo wis biarlah... Seperti hari ini saya menemukan project desain saya yg diterapkan oleh tukang, terjadi perbedaan yang maksudnya baik tapi jadi mubazir dan merusak sisi artistik. Dalam satu bentang mestinya cukup 1 kuda-kuda, si tukang menambah 1 lagi, jadi 2 kuda-kuda.. mestinya ada dak talang 1m dgn balok gantung, kini ditiadakan dan kuda2 tambahan itu tumpuannya maju 1 meter.. (sulit dibayangkan, kedudukan kaki kuda2 sama tapi ujung tumpuan tidak sejajar). Dan ini tidak diketahui si konsumen. Sedangkan saya melakukan teguran pun pikir2, karena saya ndak punya kapasitas pada tukang. Saya hanya sebagai perencana, dan si konsumen jga ndak pernah melakukan konsultasi. Sekedar datang ke saya sebenarnya free lo... emaan..emaan..emaan...

Islamic Center, Memadukan Masjid dengan Perpustakaan

Umumnya, Panitia Pembangunan Masjid menghendaki Masjid is Masjid.. cuman sekedar tempat sholat.. atau aktivitas ibadah mahdloh..selesai..; Dari historis sejarah sering dilupakan, bagaimana Rosululloh saw menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dalam mencerahkan dan mengelola masyarakat. Bagaimana semua persoalan keummatan bisa di bahas, digodog dan ditemukan solusi sering kali malah di masjid. Dari urusan ibadah, urusan keluarga, urusan pertanian, urusan sosial, urusan keamanaan hingga urusan perekonomian. Begitu pula sepeninggal Rosululloh saw, dimana para ulama menjadikan masjid sebagai maktabah (perpustakaan) dan pengkajian kitab-kitab Islam.
Maka menjadikan Masjid sebagai ISlamic Center adalah gagasan tepat. Jadi semua kegiatan atau aktivitas keIslaman dikembalikan ke masjid. Untuk itu utilitas masjid yang mendukung fungsi tersebut harus tersedia. Saya ndak tahu, apakah ini nanti tema-nya Islamic Center, yang jelas bangunan ini memang sepintas dari luar masjid. Namun tidak hanya sebagai masjid yang kita pahami sebagai tempat sholat semata. Maka gedung 2 lantai ini terintegrasi Masjid dan Perpustakaan. Bukan karena berada di kompleks pesantren. Namun ide ini paling tidak menyadarkan alam bawah sadar kita. Kayaknya bikin masjid mesti begitu deh...
Fasade tampak masjid ini, maunya, model minimalis kontemporer. Pernah melihat Masjid Al Irsyad Di Parahyangan Bandung???? MAsjid fenomenal itu mendapat penghargaan karena bentuknya yang unik, artistik dan penuh filosofi.
Berangkat dari situ, saya mencoba menarik benang merah. Bentuk masjid atau Islamic Center, ndah harus begitu dan begini. Bebas... Karena dalil yang menunjukkan mbangun masjid mesti ada kubah atau apalah, ndak ada. Itu hanya budaya yang memberi pengayaan pada khasanah Islam, tanpa merubah ajaran Islam itu sendiri. Karena urusan artistik bangunan, ISlam tidak memberi batasan, selama tidak ada kesan pada kesyirikan.
Berdasarkan paparan ahli konstruksi, bentuk kubah lengkung memang punya keuntungan menjangkau jarak bentang lebih jauh.

Aspirasi Seorang Bidan, Kudu Di Tampung Juga...

Saudara-Saudari, penikmat blog tercinta ini, mendesain hunian sekaligus tempat praktek bagi seorang paramedis (atau bidan dalam hal ini), memang perlu pengertian... Belum tentu ide yang kita usulkan pas bagi klien. Namun.. No What-What.. ndak popo.. it's alright... Karena sebagai tukang gambar, kepuasan klien adalah salah satu yang harus diperhatikan. Apalah artinya kita ngureg-ureg desain sebagus mungkin tapi klien kurang sreg... Tadi nya PakGOH mencoba memberikan ide untuk kamar praktek bidan di depan dengan membuat bangunan yang "agak" terpisah dengan rumah, namun berdasar "inceng-inceng" si empunya lahan, ia lebih condong ruang praktek berada di belakang... umumnya berhadapan dengan garasi... :) Berlokasi di Plosokerep kota Blitar, bangunan yang menghabiskan dana kurang lebih Rp. 250jutaan 2 lantai ini menggunakan struktur utama beton bertulang, dengan atap konstruksi kayu spek kayu Jowo..(?) alias kayu tahun semacam kelapa (Jawa: glugu), Waru, Wadhang, dan lain-lain. Atap lantai 1 dan 2 sisi depan dibuat menyatu/menyambung.. selain sebagai daya tarik juga meminimalisir biaya konstruksi. Wis, mboten usah banyak cing-cong.. silakan di dhelok....

Tua Rasa Muda...

Opo iki pakbro??? judule kok aneh... Tua Rasa Muda??? Durian? atau Tembakau??? Kata orang tembakau makin disimpan lama makin mahal... Tembakau harom pak bro.. ngrokok yo haroom... Ini judule tak dedikasikan pada sebuah masjid tua pakbro.. di Kawasan Kecamatan Kanigoro, Ds. Satreyan, tepatnya utara jalan tembus Gogodeso, ada masjid tua namanya Al Mutaqin, masjid tua hasil swadaya warga ini memang ndak karuan susunan bangunannnya... sisi dalam sih ndak masalah, tapi begitu jamaah memasuki sisi utara masjid, maka pengunjung akan dibuat "mumet" dengan tata ruang yang lekak lekuk.. Akhirnya solusi dari saya, yo sisi utara dihabiskan kemudian diselaraskan dan dibuat bidang yang luas. Jadi ndak ada kesan semrawut. Lebih lapang, nyaman, dan .. isis!! suejuk! (awas yen jumatan ojo ngantuk!)... Monggo pakbro dan bu bro... disimak...

Laporan Dari Lapangan...

Lapangan mana pakbro?? Lapangan sepakbola? Lapangan Basket? Lapangan Voli???... sik..sik.. ojo kesusu nebak... Lapangan dalam istilah wong proyek kuwi yo lokasi pekerjaan... Jadi maksudnya ini Laporan dari Lokasi yang dikerjakan. Mudeng to? Ngene dulur, ... beberapa hari yang lalu saya dapat e-mail dari Bpk Usyama Apeaji yang tinggal di rumah barunya, Kota Banyuwangi. Beliau itu kan yang pernah tak gambarne desain rumahnya. Di Blog ini ada pakbro.. cari sendiri yo.. dipetani sithik lah... Lha terus saya denger dari kabar burung perkutut kalau beliau sudah menempati rumah baru tersebut. Jadi, beliau saya minta untuk mengirimkan foto rumahnya, yang bisa kita saksikan bersama apakah antara desain dengan kenyataan sudah sesuai atau endak. Kalau endak, yo ndak papa.... wong itu selera pakbro... ndak mekso. Wis saudara-saudara, mari kita saksikan bersama foto-fotonya. Jangan lupa... brondong jagung saktoples.. sambil ngemil gituu!!!

Hajatan?? Masuuuk...

Lahan rumah ini sebenarnya masih sangat luas. Namun pemilik, yang seorang anggota POLRI ini, menginginkan rumah dengan luasan pol 100m2. 2 Kamar tidur, dan... oke buat hajatan.... Maksudnya? Karena bapak ini rutin mengikuti acara yasinan tiap pekan di lingkungannya, maka maunya jika jatahnya ketempatan, maka semua jamaah yasin bisa tertampung didalam rumah... ndak perlu sampai emperan (teras).. masio suweejuk.... Jadinya, ruang tamu langsung terhubung dengan ruang keluarga, untuk memisahkan cukup partisi non permanen, seperti bufet atau rak lemari tinggi model minimalisan, yang punya pandangan 2 sisi.. njobo njero.. Sayangnya, Bapak Hermani, si pemilik rumah, ndak ingin di desainkan 3D nya, cukup 2D sebagai gambar teknis dan persyaratan IMB.. Jadi jangan ngaplo untuk mendapatkan visualisasi 3Dnya yang penuh warna... Wis ra usah ndomblong... monggo di sawang...

Ungkapkan dengan sekaleng Bunga!!

Ide cemerlang vas bunga dari kaleng ini memberi kesan klasik dan unik. klasik jika melihat desainnya maka ingatan kita serasa dikembalikan jaman era '60-70 an. (Wis lahir durung saudara??? ). Unik karena bahannya terbuat dari logam sebangsa kaleng. Ingat masa kecil dulu kita yang familiar dengan ember kaleng, bak kaleng, dan celengan kaleng...
Apalagi beberapa model di finishing seolah-olah "berkarat".. padahal  itu permainan coating nya saja.
Jadi jangan ragu untuk menempatkan bunga kesayangan anda di vas kaleng ini. Jika sekuntum ndak cukup anda berikan kepada orang yang anda sayangi (secara halal).., maka berikan saja sekaleng bunga!!



(sumber:housing-estate.com)

Rumah Minimalis, Meneruskan Rumah Yang Sedang Dibangun

Judule kok mumet yo? Begini saudara.. saya dapat pekerjaan desain ini dari seorng bernama Bapak Muji Slamet di Blitar,  ketika beliau datang untuk minta didesainkan, kondisi rumah sudah dibangun level lantai 1 dan cor dak lt 2 saja.  Dengan  desain hasil sketsa beliau sendiri yang .. pakae Microsof Office.. kok bisa??? Kalau sekedar ploting denah atau memberi ilustrasi tampak yg diinginkan bisa saja.. selebihnya ya kemampuan individu dalam menggunakan perangkat tersebut.
Kemudian, denah yang dimiliki beliau dan itu sudah terbangun lantai 1.. terus terang saja banyak kekurangan dari sisi konfigurasi struktur supaya rigid, pencahayaan, dan tata ruang. Tapi gimana lagi wong sudah terbangun.
Akhirnya tugas saya adalah membantu mengoptimalkan ruangan yang sudah terbangun dengan desain baru yang lebih value dan  acceptable, tanpa  merubah bangunan yang sudah berdiri..
Kini, desain yang tadinya cuman untuk memenuhi persyaratan legalitas IMB (IMB syarat mengajukan Kredit pembangunan rumah), kini benar-benar dijadikan sebagai patokan dalam membangun rumahnya dan mengimajinasikan visual yang  menjadi dambaan.
Jadi.. jangan sepelekan desain rumah...  apalagi jika tidak memiliki ilmu struktur bangunan!



Rumah Pilihan Di Lahan Melebar


Rumah ini berada di lahan melebar dengan ukuran luas tanah 9 x 20m. Sementara bangunan ini mempunyai luasan kurang lebih 7 x 14 meter. Keinginan untuk memiliki 3 kamar tidur, harus dipikirkan pencahayaan dan penghawaan alami, mengingat asumsi tanah yasar disekitar adalah rumah tetangga.
Pemiliknya adalah Bapak Agus Wahyudi, dengan lokasi rumah ini berada di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Tampilan  fasade perpaduan gaya mediteranian, minimalis dan sedikit sentuhan klasik yang ditandai dengan menempatkan pilar silinder pada terasnya. Akses ke luar melalui pintu ruang tamu, disediakan pula pintu pada kamar keluarga, dan dapur yang bisa berhubungan langsung dengan halaman depan.


Atap dipilih bentuk perisai (bahasa jawanya Rampasan) yang haus akan kayu, guna memberi kesan elegan... apalgi jika menggunakan genteng keramik/glasur, atau genteng bercat.  Dan juga level puncak atap ini cukup tinggi, berfungsi meredam panas disaat terik siang hari, mengingat wilayah Tulungagung beriklim panas, karena posisi berada di dataran rendah.
Pondasi dipilih plat setempat dan tidak menggunakan pondasi  menerus  batu kali seperti pada umumnya. Untuk itu sloof diasumsikan sebagaimana  balok beton, yakni menahan beban dinding kemudian disalurkan ke pondasi plat setempat. Maka dimensi sloof tidak boleh sebagaimana sloof ketika menggunakan pondasi menerus.

Fasade depan

suasana animasi sore hari




Pintu Kecil Pengganti Jendela

oleh: Indra Zaka Permana

Pintu Kecil Pengganti Jendela

 Inilah solusi untuk membuat terang ruang keluarga yang memiliki teras samping atau teras belakang. Gunakan jajaran pintu berukuran kecil, ruang pun terlihat unik.
Jika Anda ingin mendapatkan penampilan berbeda di ruang keluarga, mulailah dengan memainkan elemen ruang Anda. Salah satunya dengan memanfaatkan pintu sebagai penutup bukaan-bukaan yang menerangi ruangan.
Pintu ini berfungsi juga sebagai jendela, yaitu penerus visual dari luar ruangan ke dalam ruangan, atau sebaliknya. Pintu juga berfungsi ganda, bisa digunakan sebagai jalur sirkulasi orang. Jendela bisa dimanfaatkan untuk area lain yang memang spesifik tidak dilalui jalur sirkulasi orang.
Susunan pintu dengan lebar tak lebih dari 90cm mempengaruhi penataan elemen interiornya. Paling terasa adalah pemilihan gorden. Gorden untuk jendela bisa disatukan dalam satu bidan tirai lebar, tapi tidak untuk pintu. Pada pintu sebaiknya tirai mewakili setiap pintu, berarti satu pintu terdapat satu tirai. Hal ini juga untuk memudahkan akses orang keluar masuk tanpa terganggu tirai.
Sedikit olahan elemen pada konsep interior, membawa banyak perubahan pada suasana ruangan. Silahkan mencoba!
Foto: Dok.iDEA

Mengenal Keramik KW 2 dan KW 3

Anda tentu pernah mendengar istilah keramik KW 1, KW 2, dan KW 3. Apa sih maksudnya? 

Istilah ini menunjukkan urutan kualitas keramik. Menurut Kasrin, QC manager KIA Ceramics, keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 dibuat dengan bahan yang sama. Hasil produksinya saja yang berbeda.
“Keramik KW 2 ada gompel kecil, halus atau dekor di glazurnya yang mengelupas. Kalau KW 3 kerusakannya bisa lebih banyak lagi,” kata Kasrin. Selain kerusakan yang kasat mata itu, Kasrin menambahkan, keramik KW 2 dan KW 3 juga biasanya tak sekuat  keramik KW 1. Dilihat dari harga, untuk jenis yang sama, keramik KW 2 lebih murah 20% dibandingkan keramik KW 1. Harga keramik KW 3 bahkan bisa setagah dari harga keramik KW 1.
Umumnya, konsumen memilih keramik KW 2 atau KW 3 untuk dapur kotor, selasar, atau carport . Ruang-ruang yang tidak terlalu mengutamakan penampilan. Asalkan aplikasinya tepat tak masalah menggunakan keramik KW 2, bahkan KW 3. Jika Anda berencana menggunakan keramik KW 2 atau KW 3, tips berikut akan membantu Anda.

  1. Buat nat dengan ukuran yang lebih lebar. Misalnya 5mm. Ini untuk mengakali agar ukuran keramik yang kurang presisi tidak terlihat.
  2. Gunakan keramik berwarna gelap. Dalam 1 boks keramik KW 2 dan KW 3 terkadang ada satu dua lembar keramik yang warnanya agak berbeda. Jika Anda pilih warna gelap, perbedaan ini tak terlalu kentara.
  3. Jangan menggunakan keramik dengan motif atau print . Kerusakan pada print  akan semakin terlihat jelas ketika keramik diaplikasi.
  4. Jika ada keramik yang perbedaan ukurannya cukup jauh dengan yang lain, gunakan sebagai keramik tepi. 
(Tigor C. Siahaan/IDEAOnline)

Cafe Minimalis.. Piye to??



Namanya minimalis.. ya minimalis.. ndak banyak tetek dan bengek, exterior ditampilkan apa adanya, yang urgen saja..
Bangunan berbentuk kubus ini sepintas orang memandang dari luar pasti dikira full atap beton. Padahal atap beton saya desain untuk bagian serambi depan saja, sisi dalam bangunan dilindungi atap rangka baja ringan dengan bahan penutup Alderon deck type solid (atap semacam polycarbonat, cuman tidak transparan, tahan api, tahan injak, anti berisik disaat hujan).
Lha mau pake beton wong ruangan dalam los 10x10 m tanpa ada sekat dan struktur penyangga lainnya kecuali di sisi tepi bangunan saja. Maka tugas struktur baja lah yang menjawab bentang panjang bangunan..
Wis ra sah nglamun.. monggo silakan di pirsani...

Kami bantu Anda...

Ndak cuman bekerja di belakang layar, PakGOH siap mementaskan pertunjukan pembangunan rumah Anda... !!!
Benar!! Kami tidak sekedar melayani jasa desain arsitektur & perencanaan saja.. namun juga melayani order pekerjaan konstruksi / pemborongan pelaksanaan!! Dengan Sistem Administrasi rapi sehingga Anda bisa memantau dan terbantu dalam pengelolaan pembayaran...
Iya! Pekerjaan pemborongan kami laksanakan dengan disertai dukungan Laporan / Progres kemajuan Fisik yang tersistematis, dukungan dokumentasi, dan backup data teknis.
Karena PakGOH memang memiliki pengalaman lapangan!!

Cafe? Why not...



Sungguh.. sejatinya saya ini bukan tipe orang yang suka 'marung"/'andok'.. alias njajan / makan di luar.. cukup masakan permaisuri sebenarnya sudah cukup..
Tapi kadang kalo lagi mood nya ndak keluar mau masak, yah terpaksa kami harus keluar rumah mencari depot/warung paling sekedar mie ayam, bakmi goreng, bakso atau soto... tahu lontong juga (special recipies from Blitar)... Murah Wareg.. itu jargonku...
Kalo Cafe..??? Jujur cafe tahunya cuman sepintas liwat dijalan.. paling isine yo banyu karo panganan.. batinku kemeruh (sok tahu)..
Kemudian datanglah job ini, dari tetangga sendiri, yang kebetulan punya lahan di jalur propinsi, Saudara!!! Mau bikin Cafe buat usaha anaknya.. maunya lahan seluas 14.3 x 60 m2 itu di'bruk'i dengan Cafe dan rumah...
But, si empunya lahan maunya ndesainkan Cafe dulu, ntar cocok bisa bersambung...

Wis ra sah ngladur lor kidul... Struktur bangunan ini menggunakan beton bertulang dengan konstruksi portal baja WF untuk atapnya.. Maunya si anak empunya modele ndak usah neko2, simpel.... Masio rodo ngelu karena inspirasi Cafe bangunan permanen beton agak sulit ditemui.. jadinya .. ya gini disik...

Monggo, di pirsani....

Konsultasi? Sini...

Maaf saudara-saudari.. Untuk menyamankan antara kami dengan Anda, maka bagi yang ingin berkonsultasi silakan lewat jalur Yahoo Messenger.. atau TELPON langsung!!
Pertanyaan via SMS akan dijawab 1 kali atau tidak sama sekali tergantung muatan SMS anda..
Pelit??? Ndaaak... cuman kita konsen dengan yang serius, berhubung banyaknya pekerjaan yang kami tangani..
Matur nuwun...

WALAU DIPOJOK, JANGAN TERPOJOK



Dedicated to: Bapak Wahyu @Griya Kenari Plosokerep Blitar



Setelah diotak-atik... menampilkan hunian diarea pojok kadang dihadapkan pilihan apakah fasade hnya fokus didepan, atau dua sisi.. So, silakan dipilih suka-suka aja.. Untuk menampilkan fasade dalam dua arah, yang jelas anda harus cermat menentukan ruangan, kemudian... ya bersiap saja dengan cost yang bertambah, akibat peletakan pintu jendela, ornamen maupun finishingnya..
Sedangkan yang ingin tampill fasade di tampak depan saja, anggap anda tidak berada di lahan pojok, jadi.. mau di pojok atau tidak, desain anda sebagaimana halnya lahan yang bukan hook.
Maka... silakan anda sket sendiri denahnya, lalu serahkan visualisasinya pada arsitek, desainer atau drafter.. jika tidak anda akan rugi yang hanya karena membela rupiah yang tidak seberapa..


Sepintas Hunian Tropis Minimalis


Saudara-saudari yang dirohmati Alloh SWT.. saiki takmbahas rumah yang sekarang lagi ngetrend.. lagi boming lan lagi pasaran.. yokuwi rumah model minimalis... Nah sekarang tak mbahas lebih mengarah apa yang disebut Tropis Minimalis..
Sebagai orang civil engineering yang konsenstrasi di struktur bangunan, rumah minimalis bisa dipahami minimal dalam aplikasi struktur penunjang, atau bangunan itu mengandalkan struktur utama yang laik secara efektif, dimensi yang diperkecil atau penggunaan bahan dengan penampang - bobot efisien dan low cost (biaya) tentunya. (PakGoh Theory, belum diuji -penulis)
Lha faktanya... arsitek mengatakan model minimalis, tapi rumah 100m2 saja habis 300 - 600 juta! Lha minimalisnya dimana???? Lha wong ternyata exteriornya penuh ornamen yang meriah dan berbahan mahal.... bahkan tingkat pengerjaannya cenderung sulit otomatis biaya konstruksinya mahal..
Konsep simple atau minimalis akhire jatuh cost nya tinggi. Ndak layak disebut minimalis...
Salah kaprah (menurut PakGoh)... Bahkan konsep minimalis akhir2 ini ujungnya Not Safety!!!
Ingat.. penelitian pakar Gempa Indonesia yang lulusan Jepang mengatakan mayoritas bangunan properti di Indonesia not safety terhadap gempa. Artinya begitu ada gempa, maka penyaluran energi besar akibat beban gempa tidak sebagaimana mestinya. Struktur tidak rigid bahkan cenderung gagal dalam penyaluran beban balok-kolom-pondasi. Contoh 1 saja... silakan amati rumah dengan desain jendela kaca sudut.. kemudian coba periksa bagaiman perletakan kolom baloknya...
Nahh... ternyata mbangun omah itu ndak cukup dari sisi artistiknya saja... sisi teknis harus anda perhatian.. ingat bangunan atas Anda bebannya berton-ton.. dan itu harus dipikul konstruksinya untuk kemudian disalurkan ke bumi... Pripun?

Rumah kavling pojok Bpk Wahyu



Menempati lahan hook/pojok, kadang menjadikan kita kesulitan menampilkan fasade hunian... jangan khawatir... asal sedikit kejelian kadang rumah hook membuat view rumah kita malah lebih enak. Jadi manfaatkan jasa arsitek/desain/drafter... supaya anda lebih nyaman dalam pelaksanaan pembangunannya... Mahal? relatif anda dari mana memandangnya.. Kalo dari segi hanya sekedar kertas saja... mungkin.. Tapi desainer kan tidak jualan kertas? Ide yang hanya bisa djual, selebihnya ketrampilan dalam menggunakan aplikasi program desain...
Monggo... meniko dalemipun Bapak Wahyu @Perumahan Griya Kenari Kota Blitar, dengan lahan hook... silakan dipirsani...

Bagaimanapun rumah Anda, jadikan ia surga dunia...















"small concept for smart family"



"Baitii.. jannatii.. ", ungkapan penggalan sebuah hadits Rosululloh saw, yang mempunyai makna bahwa rumah kita hendaknya tempat yang nyaman bagi kita dan keluarga kita. Bukan dari sisi fisik semata, namun bagaimana suasana dan kemesraan keluarga adalah sebuah sinergi ideal bagi penghuninya.
Mungkin secara fisik rumah kita "ndak karuan" arsitekturnya, pating mecotot dan pating mlethot.. tapi it's fine... semua bukan menjadi halangan untuk menjadikan kita keluarga bahagia dunia akhirat.
Ada komunikasi timbal balik, ada sapa dan kehangatan yang bisa dirasakan oleh para tetamunya... yang lebih lagi ditekankan bukan hiasan ornamen interior yang indah atau furniture yang nge trend.. atau taman indoor yang rindang.
Dalam sebuah hadits Rosululloh saw bahkan melarang menjadikan hunian kita laksana kuburan.. yahhh.. kuburann.. pernah ke kuburan??? Apa yang anda rasakan berada di kuburan? Sunyi.. senyap.. tanpa kehidupan... Maka kata Rosul SAW, hidupkan lah rumahmu dengan sholat sunnah.. dengan bacaan Al Qur'an (bukan sekedar kaset atau MP3 murotal)..
Jika ini bisa kita laksanakan (walau saya akui untuk konsisten kadang amat berat).. maka yakinlah... rumah Anda akan dipenuhi cahaya Rahmah, aura keberkahan keluarga anda akan terasa di qolbu.. walaupun periuk nasi anda tidak pernah terisi penuh.. panci sayur selalu menipis karena anggaran belanja yang nyaris habis...
Maka, angan2 anda untuk membangun rumah laksana majalah arsitektur atau situs arsitektur, atau seperti brosur real estate.. mungkin sedikit memudar karena bergser menjadi target yang nomor sekian.. Mari kita coba...

DESAIN MUSOLA MODERN DI KABUPATEN BLITAR

Desain tempat ibadah kaum Muslimin sebenarnya tidak ada panduan baku, setiap daerah, dan jaman mungkin ada perbedaan corak, model dan karakt...

Popular Posts