Sengonisasi.. disaat kayu kalimantan sulit dinanti

Aksi pembalakan liar mempunyai dampak pada dunia konstruksi. Ketatnya pengawasan kayu dari rimba Kalimantan ke tanah Jawa, dan menipisnya hutan Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi, membuat pelaku konstruksi harus berpikir untuk mengganti kayu kalimantan yang kaya varitas dan jenis dengan kayu lokal di tanah Jawa. Kebutuhan dalam jumlah banyak dan suplai yang singkat adalah target yang harus dipenuhi.

Maka, kayu tahun lah jawabannya. Kayu ini mulai dilirik pelaku konstruksi karena mengingat kelas kayu ini tergolong kelas IV-II. Pada beberapa jenis pohon, kayu nya mampu dijadikan konstruksi dan ini banyak diaplikasikan oleh masyarakat didaerah pedesaan.

Salah satu contoh kayu tahun yang kini banyak dibudidayakan oleh petani adalah sengon.

Dalam jangka waktu 4-5 tahun penanaman sengon sudah dapat dipanen. Nilai ekonomisnya tergolong tinggi. Paling murah bisa berkisar antara Rp. 800.000 hingga Rp.1 juta lebih per pohon, tergantung besarnya diameter dan kondisi pohonnya.

Mudah perawatannya, dan mampu hidup dengan baik di lahan kritis...

Jadi, anda tertarik?

Talangmu, merepotkanku


Desain hunian dengan konsep kontemporer, kadang memaksa kita untuk mengaplikasikan talang pada obyek desain. Sayangnya, banyak arsitek / desainer yang terlalu begitu royalnya mengaplikasikan talang.
Berfungsi sebagai pengalir aliran hujan terutama pada pertemuan sisi atap dengan atap lainnya atau atap dengan dinding, maka talang sebenarnya rentan akan resiko.
Salah satunya adalah resiko sampah. Terutama dari daun2 yang beterbangan di hempaskan angin, bahkan plastik dan kertas.
Maka tugas penghuninya lah yang harus rutin dan ekstra mengontrol dan merawat talang.
Pada bahan talang berupa seng maupun karet, ancaman kebocoran merupakan sesuatu hal yang harus diperhatikan. Tentunya faktor biaya adalah pertimbangan yang diperhatikan kelak.
Bagaimana dengan Anda?




Kompaknya Rumah Dinas bagi Guru/Ustadz
















Tidak perlu muluk2 dengan luas bangunan 35m2. Kenyamanan, privasi dan tata ruang yang kompak sudah cukup menjadikan hunian sederhana ini acceptable bagi yang menghuninya.

2 Kamar tidur, dengan posisi toilet yang diapitnya, menyatukan antara dapur dengan ruang makan/keluarga mengingat keterbatasan lahan.
Memang konsepnya, yang menghuni adalah keluarga muda/keluarga kecil bagi guru yang mengabdi pada lembaga pendidikan yang dimana perumahan dinas ini berlokasi.

Yach, lokasi rumah ini berada dalam satu area dengan LPIT Surya Melati, sebuah lembaga pendidikan formal yang bernuansa keislaman.

Namun, selaras dengan visi lembaga yang memadukan kurikulum keislaman dengan kurikulum Nasional, maka aura modern pada fasade bangunan ini juga ditampilkan. Dibuatlah bidang2 ornamen yang sederhana yang menghiasi tampilan hunian ini.

Silakan bagi Anda yang ingin mengambil inspirasinya..

Silakan juga bagi yang ingin memberi masukan dan kritikannya

DESAIN MUSOLA MODERN DI KABUPATEN BLITAR

Desain tempat ibadah kaum Muslimin sebenarnya tidak ada panduan baku, setiap daerah, dan jaman mungkin ada perbedaan corak, model dan karakt...

Popular Posts