HUNIAN REAL ESTATE: Penjualan 2013 Diprediksi Naik 20%

JAKARTA: Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) memprediksi penjualan produk hunian mereka tahun depan meningkat 20% dibandingkan dengan penjualan tahun ini. Setyo Maharso, Ketua Umum REI, mengatakan kebanyakan anggota asosiasi tersebut optimistis permintaan akan hunian masih cukup tinggi pada tahun depan, yang otomatis mengerek penjualan. "Mungkin tahun depan targetnya tumbuh 20% dari penjualan tahun ini. Mengenai jumlah pastinya, akan kami hitung setelah rakernas REI pada Desember 2012 nanti," ujarnya di sela konferensi pers FIABCI Indonesia-BNI Award 2012 hari ini, Senin (26/11/2012). Tahun ini, REI menargetkan penjualan hunian dari 33 DPD seluruh Indonesia mencapai 400.000 unit. Menurut Setyo, hunian kelas menengah yang kisaran harganya Rp200 juta hingga Rp600 juta merupakan produk yang permintaannya sangat tinggi. Dia menambahkan, walaupun industri properti sepanjang tahun ini mengalami sejumlah hambatan dari kebijakan mengenai hunian maupun pertanahan, besarnya jumlah kelas menengah Indonesia masih mampu mengerek kinerja produk-produk realestat. "Meskipun target penjualan rumah dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) tahun ini susah tercapai, penjualan di kelas menengah cukup bagus, sehingga target 2012 secara keseluruhan saya yakin tercapai," paparnya. Selain kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang selama ini menjadi pusat perkembangan properti, daerah-daerah lain—seperti Surabaya, Semarang, hingga kawasan timur Indonesia—juga terus menggeliat. Bahkan, penjualan properti di Indonesia Timur tahun ini diprediksi tumbuh hingga 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, seiring dengan menggeliatnya daya beli masyarakat di kawasan tersebut. "Berkembangnya industri pertambangan maupun perkebunan di kawasan timur Indonesia mengerek daya beli masyarakat, sehingga permintaan untuk properti ikut naik," jelas Setyo. Kantong-kantong pertumbuhan properti di Indonesia Timur antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Pertumbuhan industri properti itu juga mengerek jumlah anggota REI dari sebelumnya hanya 2.000 pengembang menjadi sekitar 3.000 pengembang saat ini. (sut) (bisnis.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DESAIN MUSOLA MODERN DI KABUPATEN BLITAR

Desain tempat ibadah kaum Muslimin sebenarnya tidak ada panduan baku, setiap daerah, dan jaman mungkin ada perbedaan corak, model dan karakt...

Popular Posts